Text
Menemukan Makna Hidup
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ada orang mengeluh, sangat pesimis, "Hidupku sudah tidak berarti lagi." Lain waktu, kita mendengar pula ucapan yang bermakna sebaliknya, sangat optimis, "Rasa-rasanya, sayalah orang paling bahagia di dunia ini." Dua ungkapan harian ini menunjukkan bahwa betapapun menariknya hidup ini, toh bisa membuat orang sengsara dan bisa juga membuat orang bahagia. Al-Quran pun tak kalah serius bertanya, "apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu sekalian sia-sia?" (QS. Al-Furqan/23; 115). Nada yang sangat tandas dari Al-Quran ini menunjukkan ada konsekuensi dari penciptaan itu. Tegasnya, ada akibat lanjut dari kehidupan ini. karena itu manusia hidup bukan tanpa makna, bukan pula tanpa tujuan.
Ketersediaan
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
2X0.01 EFF m
- Penerbit
- Jakarta : Mediacita., 2001
- Deskripsi Fisik
-
xix, 350 hlm.; 18 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
979-95943-2-4
- Klasifikasi
-
2X0.01
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cet.1
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Djohan Effendi
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah