Text
Hubungan Kekuasaan Pengetahuan dalam Pewacanaan Ulu al-Amr Q.S. An-Nisa [4]:59 pada Tafsir Al-Azhar: Memotret Diskusi Dasar Negara Indonesia Tahun 1955-1966
Mayoritas Studi Islam dari berbagai ranah, baik Al-Qur'an dan Tafsir, Hadits, Teologi Islam atau Kalam, Fiqih, Tasawuf, dan seterusnya, bersifat deskriptif-konstruktif, yaitu memaparkan pemahaman-pemahaman atas sumber ajaran agama lalu dengannya dibuat klaim-klaim normatif, atau menggambarkan keberagamaan masyarakat muslim lalu memetakannya atas dasar kesamaan karakteristiknya, atau membentang perjalanan hidup tokoh-tokoh agama dan pemikirannya lalu mempromosikan relevansinya, keunggulan-keunggulannya atau menunjukkan kelemahan-kelemahannya, dll.
Berbeda dengan mainstream Studi Islam macam di atas, Studi Islam khususnya studi tafsir dalam buku ini bersifat kritis-deskontruktif. Dengan berpijak pada kerangka studi inter/multidisipliner yang memadu antara teori otoritas Khaled M. Abou el-Fadl dengan teori kekuasaan Foucault, yang kemudian diaplikasikan pada wacana tafsir ulu al-amr Hamka dalam Tafsir al-Azhar, studi dalam buku ini bertujuan menyingkap adanya politik relasi kekuasaan-pengetahuan. Wacana tafsir yang selama ini dinilai netral, ilmiah, dan objektif, dalam realitasnya sarat dengan strategi kekuasaan secara amat tersamar.
Ketersediaan
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
2X1.4 ULY h
- Penerbit
- Yogyakarta : Pustaka Pelajar., 2018
- Deskripsi Fisik
-
xxi, 358 hlm.; 23 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
978-602-229-879-3
- Klasifikasi
-
2X1.4
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cet.1
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Ulya
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah