Text
Mengukir Senyum di Haramain : Catatan Sukses Haji 2024 Junalis Media Center Haji (MCH)
Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berlangsung sukses. Penilaian ini tidak berlebihan, karena ada sejumlah indikator yang bisa menjadi dasar argumentasinya.
Pertama, haji 2024 adalah penyelenggaraan dengan kuota jemaah Indonesia terbesar. Total mencapai 241.000 kuota jemaah haji, terdiri atas 221.000 kuota normal dan 20.000 kuota tambahan. Sebelumnya, penyelenggaraan haji dengan kuota Indonesia terbesar paling banyak pada 2019 dengan 231.000.
Kedua, meski dengan kuota yang sangat besar, peristiwa keterlambatan evakuasi jemaah haji dari Muzdalifah ke Mina pada 2023 tidak terulang. Saat itu, jemaah terakhir baru terevakuasi pada kisaran pukul 13.30 waktu Arab Saudi (sudah sangat panas). Sementara pada 2024, rombongan terakhir jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan Muzdalifah bahkan sejak pukul 07.30 an Waktu Arab Saudi (cuaca masih belum panas)
Ketiga, ada sejumlah peningkatan layanan yang baru pertama kali diterapkan pada 2024, yaitu: layanan fast track di Embarkasi Adi Sumarmo Solo dan Juanda Surabaya, layanan katering yang diberikan secara penuh selama jemaah di Makkah dalam kuota normal, serta skema Murur (mabit dengan melintas di Muzdalifah).
Keempat, ada peningkatan pengembangan ekosistem potensi ekonomi haji. Ini ditandai dengan meningkatkan ekspor bumbu nusantara (dari 16 tion di 2023 menjadi 70 ton di 2024), serta mulai digunakannya makanan siap saji dalam layanan katering jemaah haji Indoesia (total ada sekitar 1,7 juta box yang didatangkan dari Indonesia dan diistribusikan di Makkah dan saat puncak haji di Armuzna).
Kelima, ada beberapa inovasi yang diterapkan, antara lain: aplikasi kawal haji untuk memudahkan jemaah mengadukan masalah, serta penggunaan International Pattient Summary (IPS) atau riwayat kesehatan jemaah haji pada kartu jemaah haji.
Keenam, hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) 2024 mencapai 88,20, dengan kategori sangat memuaskan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 85,83.
Selain karena beragam layanan yang disiapkan, kenaikan indeks kepuasan jemaah haji tidak bisa dilepaskan dari peran dan kiprah petugas haji Indonesia. Salah satu bagian dari Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) adalah para jurnalis yang tergabung dalam Tim Media Center Haji (MCH).
Sebagai anggota MCH, para jurnalis memiliki tugas pokok berbagi kabar dan info seputar penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari layanan hingga kondisi jemaah Indonesia. Meski demikian, mereka juga ikut berjibaku bersama petugas lainnya dalam melayani jemaah. Tidak jarang mereka begadang, menyisir sudut-sudut Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bersiaga membantu dan melayani jemaah. Demikian juga mereka yang bertugas di Bandara, menyeka peluh oleh cuaca panas saat siang dan hawa hangat saat malam, demi menyambut kedatangan jemaah atau mengantar mereka kembali ke Nusantara.
Penggalan kisah mereka dalam menjalankan tugas sebagai pelayan dhuyufurrahman ini terakam dalam buku ini. Ditulis dalam kemasan populer, cerita para jurnalis MCH ini diharapkan bisa menjadi saksi atas dedikasi sekaligus juga pelajaran bagi penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.
Ketersediaan
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
SJ8 2024 3
- Penerbit
- Jakarta : Biro Humas dan Komunikaasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Agama., 2024
- Deskripsi Fisik
-
349 hlm.; ilus.; 21 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
SJ8
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cet.1
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Muhammad Taufiq
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah