Text
Kritik Atas Penafsiran Al-Qur'an Feminis Muslim : Meninjau Ulang Keadilan Gender Al-Qur'an Menurut Feminis Muslim
Mengapa penafsiran al-Quran yang dilakukan oleh para feminis muslim harus dikritik? Dalam bahasa lain, mengapa keadilan gender al-Quran versi feminis muslim perlu ditinjau ulang? Buku ini menjawab, karena gerakan mereka mengalami pergeseran orientasi dari feminis sebagai gerakan sosial dan pemikiran ke feminis sebagai ideologi.
Pergeseran orientasi tersebut sangat berbahaya. Ketika gerakan pemikiran itu sudah menjadi ideologi, maka secara epistemologis gerakan itu dianggap sudah final dan tertutup dari kehadiran yang lain. Sehingga, mereka yang berbeda pendapat dituduh sebagai antigender.
Implikasi lain dari pergeseran orientasi itu adalah ketika mereka menafsiri al-Quran. Jika selama ini para pemikir muslim klasik mengkaji persoalan laki-laki dan perempuan serta relasi keduanya sebatas sebagai contoh sampingan dari kajian utamanya yang hendak menyingkap pesan Tuhan di dalam al-Quran dan hadis Nabi Saw, sebaliknya para feminis muslim yang sudah berposisi menjadi ideolog itu justru menjadikan al-Quran dan hadis Nabi Saw sebagai sampingan belaka dari kajian utamanya, yakni ideologi gender. Model kajian kedua ini, tentu saja, menjadikan al-Quran dan hadis Nabi Saw sebagai justifikasi bagi ideologinya, bukan menyingkap pesan Tuhan di dalamnya.
Ketersediaan
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
2X1.3 WIJ k
- Penerbit
- Yogyakarta : IRCiSoD., 2025
- Deskripsi Fisik
-
120 hlm.; 21 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
978-634-7157-28-7
- Klasifikasi
-
2X1.3
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
Cet.1
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Aksin Wijaya
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah